Perbandingan Harga Panel Lantai vs Beton Cor Konvensional & Dak Keraton

Estimasi perbandingan harga bahan konstruksi bangunan untuk rumah tingkat dua dan seterusnya, antara: Panel Lantai AAC, Dak Keraton, dan Dak Beton Cor Konvensional. Estimasi perhitungannya berdasarkan spesifikasi dari masing-masing produk, termasuk dari hasil proses kualifikasi di lapangan. Bahan material bangunan tersebut ketiganya berfungsi sebagai pelat lantai atas atau lantai dua rumah, gedung atau bangunan bertingkat.

Daftar Isi:

  1. Harga panel lantai AAC
  2. Estimasi harga dak beton cor konvensional
  3. Harga dak Keraton (Ceilling Brick)

Harga panel lantai AAC (Autoclaved Aerated Concrete)

Tabel analisa perhitungan estimasi harga panel lantai untuk 8 m2:

Material Harga Jumlah
Panel lantai Rp. 2.650.000,00 (1m3 = 8m2)
Grouting 2 zak x Rp. 120.000,00 Rp. 240.000,00
Besi 10mm 4ljr x Rp.60.000,00 Rp. 240.000.00
Ongkos tukang 8 x Rp. 75.000.00 Rp. 600.000.00
Sewa alat (hoist) 1 x Rp. 20.000.00 Rp. 20.000.00
Total biaya 1 m3 (panel lantai) = 8m2 (persegi) Rp. 3.750.000.00
Harga panel lantai / (m2) Rp. 3.750.000.00 : 8m2 Rp. 468.750,00 / 1 m2

Jadi, Harga panel lantai terpasang per m2: 3.750.000 : 8 = Rp. 468.750,00

Keunggulan produk panel lantai:

  • Cepat dan mudah dikerjakan
  • Akurasi dimensi ± 2mm
  • Material pelengkap lebih sedikit dibanding “cast in situ”
  • Rangka pembesian diproteksi bahan anti karat
  • Insulasi panas dan isolasi akustik yang sangat baik
  • Ketahanan kebakaran yang sangat baik selama >3 jam
  • Permukaan sudah rata dan kering sempurna sehingga keramik bisa langsung dipasang
  • Mudah dipotong sesuai kebutuhan
  • Mudah dimobilisasi di ruang terbatas
  • Di atasnya bisa langsung dibebani untuk konstruksi
  • Kuat tekan yang tinggi namun ringan
  • Harga sangat rasional
  • Teruji, memenuhi standar mutu internasional

Keunggulan properti fisik panel lantai:

  1. Lebih ringan dibanding beton sejenis lainnya, yaitu: berat jenis 750kg/m³
  2. Tidak memerlukan peralatan berat (crane)
  3. Steady, permukaan rata dan tidak mengalami penyusutan sehingga mengurangi resiko kebocoran pada sambungan
  4. Tidak mengalami deformasi yang berarti akibat beban sendiri
  5. Konduktivitas panas yang sangat rendah
  6. Karena dicetak di pabrik, bukan di lapangan, maka mutu konsisten dan terkendali

Ukuran dan spesifikasi panel lantai

Panel lantai AAC adalah beton ringan pracetak yang memiliki ukuran beragam. Karena panel lantai termasuk beton praktis pengganti plat beton cor konvensional maka, panel lantai harus memiliki ukuran yang variatif. Hal ini agar lebih mudah disesuaikan dengan rancangan struktur ruangan yang sudah dipersiapkan.

Jenis ukuran panel lantai yang tersediapun bersifat tetap, didesain melalui kontrol dan perhitungan yang akurat dari hasil survey di lapangan. Namun, perlu pemahaman yang menyeluruh terkait semua jenis ukuran panel lantai AAC ini. Jika Anda lebih spesifik memahami ukurannya tentu akan lebih memudahkan Anda dalam merancang struktur kolom ruangan yang akan menggunakan panel lantai sebagai konstruksi lantai nantinya.

Beton ringan panel lantai Citicon
Beton ringan panel lantai Citicon

Untuk mengetahui berbagai jenis ukuran panel lantai dan spesifikasinya, silahkan klik pada setiap link di bawah ini:

Panel lantai Grand Elephant

Panel lantai Citicon

Panel lantai Leibel

Estimasi harga dak beton cor konvensional

Berikut Ilustrasi Analisa Perhitungan untuk 8 m2

– PC (semen) : 7 sak x Rp. 71.000,- = Rp. 491.000,-

– Pasir : 0.52 m3 x Rp. 280.000,- = Rp. 145.000,-

– Split : 0,85 m3 x Rp. 300.000,- = Rp. 255.000,-

– Kaso 4/6 & 5/7 : 48 Btg x Rp. 31.000,- = Rp. 1.488.000,-

– Triplek 9 mm : 3 lembar x Rp. 125.000,- = Rp. 375.000,-

– Paku : 5 kg x Rp. 20.000,- = Rp. 100.000,-

– Papan Cor (2 m) : 6 lbr x Rp. 17.000,- = Rp. 102.000,-

– Besi Beton Ø8 : 25 btg x Rp. 49.000,- = Rp. 1.225.000,-

– Kawat Beton : 2 kg x Rp. 20.000,- = Rp. 40.000,-

Alat kerja + Overhead : 1 ls x Rp. 400.000,- = Rp. 400.000,-
Upah Tenaga : 8 m2 x Rp. 180.000,- = Rp. 1.440.000,-
Upah Bongkar Begisting : 8 m2 x Rp. 30.000,- = Rp. 240.000,-

  1. Total Biaya 1 m3 (8 m2) Plat Cor Konvensional = Rp. 6.307.600.00
  2. Rata-Rata Biaya tiap 1 m2 cor dak beton biasa = Rp. 788.450.00

Kelebihan dan kekurangan beton cor konvensional

Beton cor konvensional
Beton cor konvensional

Keuntungan yang melekat pada beton bertulang monolitik atau beton cor konvensional:

  • tahan api;
  • tidak ada kebutuhan untuk penggunaan peralatan tambahan, crane;
  • kemungkinan manufaktur sendiri;
  • memiliki teknologi produksi yang identik untuk siklus yang berbeda;
  • kemampuan menahan korosi dan oksidasi;
  • daya tahan tinggi terhadap beban;
  • stabilitas seismik bangunan;
  • memiliki umur panjang;
  • tidak memerlukan peralatan jumlah besar dalam konstruksi;
  • Setelah bertahun-tahun meningkat karakteristik kekuatannya;
  • Keuntungan lain dari desain adalah kemungkinan menggunakan berbagai bentuk elemen bangunan.

Ketahanan terhadap tekanan mekanis

Karena jumlah kecil sambungan docking dalam struktur monolitik, ketahanan yang cukup terhadap tekanan mekanis terbentuk. Penggunaan beton bertulang monolitik meningkatkan kekuatan dinding dan fondasi struktur dengan menggabungkan larutan semen, pasir, air dan penguatan internal.

Resistensi terhadap oksidasi

Struktur beton bertulang monolitik memiliki umur pemakaian yang panjang karena lapisan pelindung beton, yang meliputi mesh penguat. Selain itu, daya tahan beton dengan penguatan besi dipastikan dengan aksi kimia dari bubur semen. Proses tindakan kimia adalah karena hidrolisis memisahkan kapur pada saat pengerasan larutan beton, yang memberikan reaksi basa kuat. Reaksi alkalin yang dihasilkan dapat melindungi baja dari oksidasi.

Tahan terhadap korosi

Korosi adalah penghancuran logam secara spontan di bawah pengaruh interaksi fisikokimia atau kimiawi dengan lingkungan luar. Korosi beton dengan penguatan besi disebabkan oleh penghancuran semen beku dan memerlukan penurunan karakteristik kekuatan. Karat logam disertai dengan penurunan permeabilitas air dan kemerosotan adhesi beton terhadap mesh penguat.

Ketahanan terhadap korosi pada struktur dan elemen beton bertulang disediakan dengan menggunakan jenis semen khusus. Untuk mencegah korosi, dimungkinkan untuk mengolah beton dengan cairan khusus atau lapisan waterproofing.

Kekurangan beton cor konvensional

Metode konstruksi ini memiliki kelemahan sebagai berikut:

  • berat jenis atau densitas konstruksi beton bertulang cukup tinggi, 2400 kg/m3;
  • memiliki biaya konstruksi yang relatif besar;
  • memerlukan banyak tenaga kerja;
  • Kebutuhan akan isolasi dari konduktivitas suara material;
  • kemungkinan pembentukan delaminasi, retak dan deformasi lainnya;
  • Meninggikan struktur monolitik memerlukan pemasangan fondasi yang kuat;
  • kesulitan dalam pembongkaran;
  • intensitas tenaga kerja dari proses saat membangun bekisting dengan mengorbankan volume pekerjaan yang besar;
  • perlu untuk pemanasan beton, jika konstruksi direncanakan di musim hujan;
  • Karena konduktivitas termal yang tinggi dari material, insulasi tambahan bangunan dan struktur beton bertulang akan dibutuhkan;
  • kebutuhan akan tim kerja yang terampil;
  • Dalam proses pemadatan beton cor konvensional membutuhkan perawatan tambahan.

Permeabilitas udara rendah

Struktur beton bertulang memiliki permeabilitas udara rendah, yang mencegah dinding dari “pernapasan”.

Kelemahan ini membuat pertukaran udara alami menjadi sulit dan membutuhkan ventilasi yang kuat bahkan pada tahap awal konstruksi.

Kepadatan tinggi

Monolit beton bertulang memiliki kepadatan tinggi. Pori-pori di beton diperoleh karena penguapan air berlebih dan pemadatan udara yang tidak lengkap dari larutan beton.

Berat jenis yang signifikan

Struktur beton bertulang memiliki bobot yang 3 kali lebih berat dari panel lantai AAC, yang secara signifikan mempengaruhi biaya konstruksi. Unsur-unsur berat mengharuskan peletakan fondasi yang kuat, karena tidak semua tanah mampu menahan beban berat. Karena itu, tanpa studi geologi yang direncanakan untuk pembangunan di kawasan tersebut, sebaiknya tidak boleh dilakukan.

Harga dak Keraton (Ceilling Brick)

Dak keraton adalah salah satu pilihan untuk meningkat lantai rumah lebih ekonomis, lebih aman, efisien tanpa bekisting, tanpa mengurangi kekuatan untuk menahan beban diatasnya.

Dak Keraton Ceiling Brick
Dak Keraton Ceiling Brick

Harga dak Keraton per-meter persegi terpasang Rp. 580.000/m2.

Ukuran dan dimensi Keraton atau Ceilling Brick

Ada dua Tipe KERATON yang biasa dipasarkan yakni : 1. CB 9 = tebal 9-10 cm 2. CB 12 = tebal 12-13 cm dengan Dimensi normal panjang : 24 -25 cm dan lebar 21-22 cm dimensi potongan 1/4 panjang 7-8 cm dan lebar 21-22 cm 1 meter persegi = 20 pcs keraton

Kelebihan dak Keraton

1. Bobot Ringan

Sekitar 130-150kg/m2 dibandingkan dengan beton bertulang 288 kg/m2 (panel lantai AAC lebih ringan: ±93,75kg/m2). Dak keraton vs beton konvensional lebih ringan karena Keraton memiliki rongga didalam dan material pembentuknya adalah tanah liat. Bobot yang ringan ini menyebabkan beban strukur yang didukung oleh kolom bisa dihemat. Selain itu, keuntungan bobot yang ringan akan memperkecil gaya gempa yang diterima oleh stuktur bangunan. Ini berarti bila mengalami keruntuhan, lantai tidak akan runtuh dalam bentuk lempengan besar dan berat tetapi dalam bentuk lempengan kecil-kecil.

2. Ekonomis

Dak beton dibentuk dari pasir, batu pecah dan semen kemudian diberi tulangan baja. Bila menggunakan keraton, maka pemakaian beton dapat dihemat hingga 60%. Ini karena pengecoran beton hanya dilakukan pada lapisan diatas keraton (setebal 1-3cm) dan celah antara satu keraton dengan keraton lainnya. Tulangan baja yang digunakannya pun juga lebih sedikit karena menggunakan sistem tulangan searah. Secara mandiri dapat berfungsi sebagai perancah tetap, dipasang tanpa perlu pembongkaran. Jadi jelas dari segi perancah ada penghematan.

3. Cepat Kerjanya

Bila menggunakan beton, plat/dak lantai harus diberi bekisting untuk menahan cetakannya. Sedangkan dengan keraton anda tidak perlu menggunakan cetakan dan bekisting dalam jumlah yang banyak. Bekisting hanya diletakkan pada ujung tumpuan balok. Karena keuntungan ini, anda dapat membuat plat/dak beton tanpa harus membongkar atap rumah keseluruhan terlebih dahulu. Tidak hanya itu, bila rumah anda dibangun dari awal dengan menggunakan bekisting yang minim, pekerjaan finishing di lantai bawah dapat segera diselesaikan tanpa harus menunggu selesainya pembuatan plat/dak beton di atasnya.

4. Isolator Panas dan Tahan Gempa

Rongga didalam bata dak keraton ini juga memberikan keuntungan tambahan yaitu dapat meredam panas dan bunyi karena berfungsi sebagai isolator.

5. Bernilai Seni

Seperti sering kita lihat pada bangunan bata espos yang artistik, hal itu berlaku pula pada bata keraton.

Kelemahan dak Keraton

1.Hanya untuk dak persegi

Karena memakai konsep balok, maka lantainya adalah one-way-slab, pengalihan beban dalam satu arah saja. Jadi bentuk lantai yang cocok adalah persegi, dimana balok komposit keraton tersebut ditempatkan pada arah pendeknya. Jadi jika digunakan pada lantai berbentuk bujur sangkar dimana pada keempat sisinya ada balok tumpuan yang di cor sekaligus maka sistem ini tidak cocok.

2. Ketebalan lapisan beton tipis

Karena bagian beton atau mortar yang menjadi komposit relatif tipis, maka perilaku beban yang cocok adalah lentur global. Jika bebannya kebanyakan merata, lebih cocok, jika dibanding beban terpusat. Jika dipaksa, maka sebaiknya ketebalan beton ditambah, minimal 5 atau 6 cm dengan di atasnya ditambah tulangan. Masalahnya apakah teknologi ini mampu berdiri sendiri, karena jelas jika beton ditambah maka akan bertambah berat juga.

3. Koneksi dengan plafon

Untuk pemasangan plafon di bagian bawah, hati-hati. Perlu ditanya apakah keramiknya nggak pecah jika dipaku. Apalagi paku beton. Karena biasanya semakin keras itu keramik, maka semakin non-ductile (getas).

Kesimpulan:

Dari hasil perhitungan estimasi perbandingan harga antara: panel lantai AAC vs beton cor konvensional, dan dak keraton di atas, diketahui hasil sbb:

  1. Harga panel lantai terpasang permeter persegi= Rp. 468.750,00/m2
  2. Harga beton cor konvensional permeter persegi= Rp. 788.450.00/m2
  3. Harga dak keraton terpasang permeter persegi= Rp. 580.000.00/m2

Perbandingan ini dibuat hanya untuk sebagai bahan pertimbangan. Dengan tujuan agar supaya dapat dijadikan sebagai landasan pemahaman yang mendasar terhadap setiap produk yang ditawarkan di pasar.

Dari hasil perbandingan harga produk plat lantai di atas, dapat Anda bandingkan dan cermati produk mana yang menurut Anda lebih cocok ingin Anda jadikan sebagai alternatif bahan konstruksi lantai bangunan tempat tinggal Anda. Dan disini kami hanya menjual produk panel lantai AAC, untuk pertanyaan dan layanan hubungi:

Marketing           : Iyet hidayat

Telp/WA             : 0821-7824-2523

E-mail                 : lantaihebelpintar@gmail.com

Office:

GALUH KARYA PERDANA CV

Agent, Supplier dan Applicator Panel Lantai

Alamat : Jln. Raya PLP / STPI Curug, Puri Asih Recidence 1 Blok E No. 1, Serdang Wetan Legok, Kab: Tangerang, 15810

Komentar Semudah di Facebook
Perbandingan Harga Panel Lantai vs Beton Cor Konvensional & Dak Keraton
4.8 (96.25%) 16 votes